Bụi núi lửa Anak Krakatau tại Indonesia
Gunung berapi Anak Krakatau di Indonesia meletus secara terus-menerus dari malam 4 September hingga dini hari 6 September, menghasilkan kolom abu hingga setinggi 15.000 meter. Aktivitas vulkanik yang terus berlanjut memaksa Indonesia mempertahankan status Siaga (Level III) dan berdampak serius pada penerbangan dengan lebih dari 270.000 penumpang terdampak. Media Indonesia melaporkan pada 7 September bahwa Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan 7 bandara, termasuk 2 bandara yang melayani Jakarta, tetap ditutup akibat abu vulkanik dari deretan letusan Gunung Anak Krakatau.
Gunung Anak Krakatau terletak di antara pulau Jawa dan Sumatra, mulai meletus sejak akhir hari 4 September. Abu vulkanik kemudian menyebar ke Jakarta dan wilayah sekitarnya, memaksa pihak berwenang menutup bandara demi menjamin keselamatan penerbangan.
Hingga 7 September, lebih dari 270.000 penumpang terdampak oleh penundaan, pengalihan, atau pembatalan sekitar 2.300 penerbangan.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, bandara utama Jakarta, diperkirakan tutup hingga pukul 18.00 WIB pada 7 September, bersama 6 bandara lainnya. Satu bandara di Sumatra Selatan telah dibuka kembali.
"Kami tidak dapat menentukan kapan situasi ini akan berakhir karena cuaca yang tidak menentu," ujar Menteri Dudy Purwagandhi.
Di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, yang berbatasan dengan Jakarta, banyak penumpang harus menunggu untuk memperbarui status penerbangan mereka. Beberapa orang tidur di kursi saat jadwal penerbangan terus-menerus mengalami perubahan.
Pakar vulkanologi Surono menilai bahwa angin kencang dan kondisi kering menyebarkan abu yang mengandung belerang dan silika ke area yang luas, berpotensi membahayakan mesin pesawat.
Menurut badan pemantau gunung berapi Indonesia, Anak Krakatau kembali meletus pada pukul 20.23 WIB tanggal 6 September. Badan tersebut memperingatkan bahwa potensi terjadinya letusan susulan dalam waktu dekat masih tinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan abu dari letusan tersebut dapat mencapai ketinggian 6.000 meter ke arah Jawa dan 15.000 meter ke arah Sumatra serta beberapa wilayah di Provinsi Banten.
Pada 6 September, badan penanggulangan bencana Indonesia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi dampak abu vulkanik. Beberapa sekolah di Jakarta dan Lampung beralih ke pembelajaran daring untuk mengurangi risiko kesehatan bagi para siswa.
Anak Krakatau merupakan salah satu dari sekitar 130 gunung berapi aktif di Indonesia. Gunung berapi ini terbentuk di kawasan bekas Gunung Krakatau, setelah letusan dahsyat pada tahun 1883 yang menewaskan lebih dari 36.000 orang akibat ledakan dan tsunami.
Pada tahun 2018, letusan Anak Krakatau memicu tsunami yang menewaskan lebih dari 400 orang di Indonesia.

-
Kemampuan Filtrasi Partikel Halus Berstandar (Efisiensi ≥ 95%)
-
Teknologi Lapisan Filter Statis Melt-blown & Lapisan Karbon Aktif
-
Desain Rapat Mengikuti Bentuk Wajah (Fit factor)
-
Desain Katup Pernapasan Satu Arah (Tergantung versi)